Kenali Penyakit yang Bisa Menular Lewat ASI

Kenali Penyakit yang ASI dibuat oleh badan ibu, hingga beberapa penyakit yang dirasakan oleh ibu menyusui bisa juga menyebar melalui ASI. Disamping itu, proses menyusui yang mengikutsertakan hubungan dan contact langsung di antara ibu dan bayi dapat mempermudah penyebaran penyakit ke bayi.

Beberapa penyakit yang dapat menyebar saat menyusui diantaranya: Kenali Penyakit yang

1. Tuberkulosis (TBC)
Cairan ASI memang tidak menyebarkan tuberkulosis (TBC), tetapi penyakit ini benar-benar gampang menyebar melalui cairan dari aliran pernafasan (droplet) yang menebar saat pasien bersin atau batuk.
Oleh karena itu, ibu menyusui yang menanggung derita tuberkulosis aktif (masih menyebar) dianjurkan tidak untuk menyusui langsung dan masih memakai masker saat bersisihan dengan bayinya. Jika ibu menyusui menanggung derita TBC aktif, karena itu bayinya perlu memperoleh ASI perah.
Ibu menyusui yang menanggung derita TBC baru dibolehkan menyusui langsung, jika sudah jalani penyembuhan tuberkulosis minimal dua minggu dan keadaannya telah dipastikan tidak infeksius atau mungkin tidak mempunyai potensi menyebarkan kembali.
2. Hepatitis (A, B, C, E)
Penyebaran hepatitis A dan E sepanjang proses menyusui dipandang jarang, hingga Busui tidak perlu begitu cemas. Ibu menyusui yang menanggung derita hepatitis B dan C masih tetap dapat memberi ASI ke bayinya.
Tetapi, hepatitis B dan C bisa menyebar melalui darah. Jika ibu menyusui yang menanggung derita hepatitis B atau C alami cedera pada
payudaranya, proses menyusui seharusnya disetop dahulu untuk saat ini sampai cedera pulih.
Disamping itu, bayi yang lahir dari ibu yang terkena hepatitis B harus memperoleh vaksinasi hepatitis B sepanjang satu tahun selengkapnya.
3. Herpes simplex
Saat ibu menyusui alami herpes simplex, menyusui langsung bisa dilaksanakan asal tidak ada ruam herpes di payudara. Tetapi jika ada ruam, karena itu proses menyusui seharusnya disetop sesaat, baik langsung atau lewat ASI perah.
Ini sebab bayi yang contact dengan ruam atau konsumsi ASI dari payudara
yang terserang ruam mempunyai resiko tinggi untuk terjangkit infeksi ini.
4. Cacar air
Ibu menyusui yang alami cacar air 5 hari saat sebelum melahirkan atau
dua hari selanjutnya dianjurkan menghindar contact langsung dengan bayi. Babak menyebarkan ini akan berjalan dua hari saat sebelum timbulnya ruam sampai ruam betul-betul kering.
Meskipun jangan contact langsung untuk menghindar penyebaran, pemberian ASI perah masih dibolehkan. Sesudah ruam cacar yang dirasakan jadi kering, Busui bisa kembali menyusui Sang Kecil.