Panduan Diet untuk Pasien Kolostomi

Panduan Diet untuk Bukan hanya untuk mempengaruhi jumlah, frekwensi, dan kepadatan feses, rekonsilasi diet untuk pasien kolostomi berperanan untuk pastikan konsumsi gizi dan energi cukup, menahan kerusakan usus selanjutnya sebab susah mengolah makanan, dan menahan malnutrisi yang sering terjadi sesudah operasi kolostomi.

Apa Itu Kolostomi?
Kolon atau usus besar ialah organ yang meresap air hasil dari pencernaan. Tersisa hasil pencernaan yang berupa padat akan melalui kolon dan rektum, lalu dikeluarkan lewat anus sebagai feses. Panduan Diet untuk

Kolostomi ialah perlakuan operasi yang mempunyai tujuan untuk bikin sebuah pembukaan atau lubang sebagai lajur pembuangan baru
untuk feses dan gas, dengan menyambungkan usus besar dengan dinding dan kulit perut. Kolostomi bisa memiliki sifat sesaat atau tetap.
Kolostomi biasanya dilaksanakan pada pasien yang alami permasalahan
pada usus besar, rektum, dan anus karena bermacam keadaan klinis, misalnya:
Sepanjang seputar 6-8 minggu sesudah operasi, pasien dianjurkan untuk cuman konsumsi makanan yang tawar dan rendah serat. Kemudian, bengkak pada usus diinginkan telah lebih baik dan pasien dapat kembali makan seperti umumnya, tentu saja secara perlahan-lahan dan dengan beberapa rekonsilasi.
Di bawah ini ialah saran yang umumnya diberi oleh dokter berkaitan diet untuk pasien kolostomi ialah:
Banyak pasien bisa alami intoleransi laktosa sesudah jalani kolostomi, hingga dianjurkan untuk konsumsi susu atau produk susu, seperti keju dan yoghurt, secara perlahan-lahan.
Awasi konsumsi susu murni atau whole milk dan olahannya, dan tukar dengan susu skim atau susu rendah lemak. Bila alami diare sesudah konsumsi susu sapi dan produk buatannya, ubahlah dengan susu kedelai, susu almond, atau susu bebas laktosa.
2. Makanan kaya protein tinggi
Daging tanpa lemak, ikan, dan daging unggas tanpa kulit adalah sumber protein hewani yang bagus untuk pasien sesudah jalani kolostomi. Telur bisa dimakan, tetapi tidak boleh kebanyakan, cukup satu butir satu hari.
Kacang-kacangan dan jamur ialah sumber protein nabati yang bagus, tetapi yakinkan untuk mengkonsumsinya dengan jumlah sedikit dan mengunyahnya sampai lembut prima, untuk menghindar permasalahan pada usus.
3. Makanan rendah serat
Makanan rendah serat, seperti roti tawar dan nasi, bagus untuk dimakan pasien kolostomi. Sedang makanan memiliki serat tinggi, seperti nasi merah, quinoa, dan roti gandum, seharusnya terbatasi pada beberapa minggu awalnya sesudah operasi, lalu mulai bisa dimakan satu demi satu secara setahap.
4. Sayur
Tipe sayur yang disarankan ialah sayur tanpa kulit dan biji, seperti wortel, buncis, tomat yang dikupas, dan selada. Sayur-sayuran itu harus dimasuk dahulu sampai masak.
Sedang tipe sayur yang perlu dijauhi ialah bawang, kembang kol, asparagus, brokoli, dan kubis, sebab