Kenali Penyebab dan Gejala Sindrom Marfan

Kenali Penyebab dan Pemicu sindrom Marfan ialah perubahan gen yang mengendalikan pembangunan jaringan ikat. Salah satunya protein yang terusik pembentukannya ialah protein fibrilin-1. Masalah pada protein ini akan mengakibatkan masalah pada fleksibilitas dan konsistensi jaringan ikat yang berada di semua badan.

Sejumlah besar kasus sindrom Marfan adalah abnormalitas genetik yang karakternya di turunkan. Jadi, saat salah seseorang tua yang alami sindrom ini, turunannya mempunyai resiko untuk menanggung derita sindrom Marfan. Tetapi pada 25% kasus, sindrom Marfan terjadi karena perubahan genetik spontan yang tidak dikuasai oleh factor turunan. Kenali Penyebab dan

Gejala-Gejala Sindrom Marfan
Sindrom Marfan adalah abnormalitas bawaan semenjak lahir. Meskipun begitu, sindrom ini seringkali baru teridentifikasi waktu masuk periode remaja. Beberapa tanda dan tanda-tanda yang kerap dirasakan oleh pasien sindrom Marfan ialah:
1. Bentuk badan yang tidak seimbang
Seorang yang menanggung derita sindrom Marfan biasanya mempunyai perawakan badan yang tinggi dan kurus. Namun, sisi lengan, kaki, dan jari-jarinya, nampak tidak seimbang atau begitu panjang untuk ukuran badannya.
Disamping itu, beberapa pasien kemungkinan untuk mempunyai abnormalitas tulang, seperti skoliosis atau tulang punggung yang meliuk. Bahkan juga ada juga yang tulang dadanya tidak berkembang secara prima, yakni mencolok ke luar atau cengkung ke dalam.
2. Gigi tumbuh tidak teratur
Kecuali bentuk badan yang tidak seimbang, pasien sindrom Marfan mempunyai permasalahan pada gigi. Gigi pasien sindrom Marfan umumnya tumbuh tidak teratur, bahkan juga condong bersusun.
3. Kerap alami masalah mata
Orang dengan sindrom marfan kerap kali menanggung derita masalah pada mata. Kira-kira 1 dari 6 pasien sindrom Marfan alami dislokasi lensa (lensa berubah) pada salah satunya mata atau ke-2 matanya. Beberapa salah satunya menanggung derita rabun jauh, katarak, dan glaukoma.
4. Masalah jantung dan pembuluh darah
Seputar 90% pasien sindrom Marfan menanggung derita masalah peranan jantung dan pembuluh darah. Salah satunya tipe masalah jantung yang kerap dirasakan ialah diseksi aorta. Keadaan ini bisa mengakibatkan berlangsungnya pendarahan pada dinding pembuluh darah yang bisa berbuntut fatal dan mengakibatkan kematian.
5. Peranan paru yang tidak maksimal
Sindrom Marfan bisa juga mengakibatkan paru-paru tidak berperan dengan normal. Ini muncul karena ada perombakan pada jaringan paru-paru. Kecuali masalah peranan, pasien sindrom Marfan lebih beresiko menanggung derita penyakit asma, pneumonia, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Pasien sindrom Marfan perlu teratur memeriksa diri ke dokter. Pengatasan yang pas bisa tingkatkan kualitas hidup pasien sindrom ini, terhitung meminimalisir resiko berlangsungnya kompleksitas serius yang bisa memberikan ancaman nyawa.